Musculoskeletal Disorders

What is a Musculoskeletal Disorder?
A Musculoskeletal Disorder  is a condition where a part of musculoskeletal system is injured over time.The disorder occurs when the body part is called on to work harder, stretch farther, impact more directly or otherwise function at a greater level then it is prepared for. The immediate impact may be minute, but when it occurs repeatedly the constant trauma cause damage.

The term musculoskeletal disorder identifies a large group of conditions that result from traumatizing the body in either a minute or major way over a period of time. It is the build up of trauma that causes the disorder.

These conditions are often focused on a joint and affect the muscle and bone. However other areas can be strained and their response to that trauma can be an injury.

http://ergonomics.about.com/

Musculoskeletal disorders (MSDs) can affect the body’s muscles, joints, tendons, ligaments and nerves. Most work-related MSDs develop over time and are caused either by the work itself or by the employees’ working environment. MSD’s can also occur in the patients life outside work either through sport – tennis (elbow); music – guitar playing or a hobby – on-line tracing of a family tree. These external work events can be exacerbated by their daily profession. They can also result from fractures sustained in an accident. Typically, MSDs affect the back, neck, shoulders and upper limbs; less often they affect the lower limbs.

Health problems range from discomfort, minor aches and pains, to more serious medical conditions requiring time of MSDs are a priority for the EU in its Community strategy. Reducing the musculoskeletal load of work is part of the ‘Lisbon objective’, which aims to create ‘quality jobs’ by:

  • enabling workers to stay in employment; and
  • ensuring that work and workplaces are suitable for a diverse population

http://en.wikipedia.org/wiki/Musculoskeletal_disorder

A. Definisi MSDs

Musculoskeletal disorders (MSDs) atau gangguan otot rangka merupakan kerusakan  pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan discus invertebralis. Kerusakan pada otot dapat berupa ketegangan otot, inflamasi, dan degenerasi. Sedangkan kerusakan pada tulang dapat berupa memar, mikro faktur, patah, atau terpelintir. MSDs terjadi dengan dua cara:

  1. Kelelahan dan keletihan terus menerus yang disebabkan oleh frekuensi atau periode waktu yang lama dari usaha otot, dihubungkan dengan pengulangan atau usaha yang terus menerus dari bagian tubuh yang sama meliputi posisi tubuh yang statis;
  2. Kerusakan tiba-tiba yang disebabkan oleh aktivitas yang sangat kuat/berat atau pergerakan yang tak terduga.

Frekuensi yang lebih sering terjadi MSDs adalah pada area tangan, bahu, dan punggung. Aktivitas yang menjadi penyebab terjadinya MSDs yaitu penanganan bahan dengan punggung yang membungkuk atau memutar, membawa ke tempat yang jauh (aktivitas mendorong dan menarik), posisi kerja yang statik dengan punggung membungkuk atau terus menerus dan duduk atau berdiri tiba-tiba, mengemudikan kendaraan dalam waktu yang lama (getaran seluruh tubuh), pengulangan atau gerakan tiba-tiba meliputi memegang dengan atau tanpa kekuatan besar.

B. Sinonim MSDs

Musculoskeletal disorders (MSDs) juga dikenal dengan nama lain, diantaranya:

  1. Repetitive Strain Injuries (RSIs);
  2. Cumulative Trauma Disorders (CTDs);
  3. Overuse Injuries;
  4. Repetitive Motion Disorders;
  5. Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs).

C.Gejala MSDs

Gejala Musculoskeletal disorders (MSDs) dapat menyerang secara cepat maupun lambat (berangsur-angsur), menurut Kromer (1989), ada 3 tahap terjadinya MSDs yang dapat diidentifikasi yaitu:

Tahap 1       : Sakit atau pegal-pegal dan kelelahan selama jam kerja tapi gejala ini biasanya menghilang setelah waktu kerja (dalam satu malam). Tidak berpengaruh pada performance kerja. Efek ini dapat pulih setelah istirahat;

Tahap 2 :  Gejala ini tetap ada setelah melewati waktu satu malam setelah bekerja. Tidak mungkin terganggu. Kadang-kadang menyebabkan berkurangnya performance kerja;

Tahap 3 :  Gejala ini tetap  ada walaupun setelah istirahat, nyeri terjadi ketika bergerak secara repetitive. Tidur terganggu dan sulit untuk melakukan pekerjaan, kadang-kadang tidak sesuai kapasitas kerja.

D. Jenis keluhan MSDs

Jenis-jenis keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) antara lain:

a.   Sakit Leher

Sakit leher adalah penggambaran umum terhadap gejala yang mengenai leher, peningkatan tegangan otot atau myalgia, leher miring atau kaku leher. Pengguna komputer yang terkena sakit ini adalah pengguna yang menggunakan gerakan berulang pada kepala seperti menggambar dan mengarsip, serta pengguna dengan postur yang kaku;

b.   Nyeri Punggung

Nyeri punggung merupakan istilah yang digunakan untuk gejala nyeri punggung yang spesifik seperti herniasi lumbal, arthiritis, ataupun spasme otot. Nyeri punggung juga dapat disebabkan oleh tegangan otot dan postur yang buruk saat menggunakan komputer;

c.  Carpal  Tunnel Syndrome

Merupakan kumpulan gejala yang mengenai tangan dan pergelangan tangan yang diakibatkan iritasi dan nervus medianus. Keadaan ini disebabkan oleh aktivitas berulang yang menyebabkan penekanan pada nervus medianus. Keadaan berulang ini antara lain seperti mengetik, arthritis, fraktur pergelangan tangan yang penyembuhannya tidak normal, atau kegiatan apa saja yang menyebabkan penekanan pada nervus medianus;

d.   De Quervains Tenosynovitis

Penyakit ini mengenai pergelangan tangan, ibu jari, dan terkadang lengan bawah, disebabkan oleh inflamasi tenosinovium dan dua tendon yang berasa di ibu jari pergelangan tangan. Aktivitas berulang seperti mendorong space bardengan ibu jari, menggenggam, menjepit, dan memeras dapat menyebabkan inflamasi pada tenosinovium. Gejala yang timbul antara lain rasa sakit pada sisi ibu jari lengan bawah yang dapat menyebar ke atas dan ke bawah;

e.  Thoracic Outlet Syndrome

Merupakan keadaan yang mempengaruhi bahu, lengan, dan tangan yang ditandai dengan nyeri, kelemahan, dan mati rasa pada daerah tersebut. Terjadi jika lima saraf utama dan dua arteri yang meninggalkan leher tertekan. Thoracic Outlet Syndrome disebabkan oleh gerakan berulang dengan lengan diatas atau maju kedepan. Pengguna komputer beresiko terkena sindrom ini karena adanya gerakan berulang dalam menggunakan keyboard dan mouse;

f.   Tennis Elbow

Tennis elbow adalah suatu keadaan inflamasi tendon ekstensor, tendon yang berasal dari siku lengan bawah dan berjalan keluar ke pergelangan tangan.Tennis elbow disebabkan oleh gerakan berulang dan tekanan pada tendon ekstensor.

g.  Low Back Pain

Low back pain terjadi apabila ada penekanan pada daerah lumbal yaitu L4 dan L5. Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan posisi tubuh membungkuk ke depan maka akan terjadi penekanan pada discus.Hal ini berhubungan dengan posisi duduk yang janggal, kursi yang tidak ergonomis, dan peralatan lainnya yang tidak sesuai dengan antopometri pekerja.

http://merulalia.wordpress.com/2010/08/30/msds/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: